BANDUNG, CISARANTEN KULON – Suasana upacara bendera hari Senin di SD Negeri 198 Mekarjaya terasa berbeda pada 6 April 2026. Kehadiran Lurah Cisaranten Kulon, Bapak Taufik Izattika, S.E., sebagai Pembina Upacara memberikan motivasi tersendiri bagi ratusan siswa yang berbaris rapi di lapangan sekolah.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja kewilayahan untuk menjalin silaturahmi sekaligus memantau perkembangan karakter generasi muda di lingkungan Kelurahan Cisaranten Kulon.
Dalam amanatnya, Bapak Taufik Izattika menekankan bahwa disiplin bukan sekadar menaati aturan sekolah, melainkan fondasi utama dalam meraih cita-cita. Beliau menyoroti pentingnya disiplin waktu, mulai dari bangun pagi hingga ketepatan saat masuk kelas.
“Anak-anakku, kesuksesan tidak datang secara tiba-tiba. Ia dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Disiplin adalah jembatan antara cita-cita dan pencapaian,” ujar Bapak Taufik di hadapan para peserta upacara.
Selain masalah kedisiplinan, Bapak Lurah memberikan perhatian khusus pada aspek etika atau adab siswa terhadap guru. Menurutnya, ilmu yang didapat di bangku sekolah hanya akan bermanfaat dan membawa keberkahan jika disertai dengan rasa hormat kepada mereka yang memberikannya.
Beliau mengingatkan para siswa bahwa guru adalah orang tua kedua yang memiliki peran besar dalam membentuk masa depan bangsa. Menghargai guru bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mendengarkan saat pelajaran berlangsung, menyapa dengan sopan, hingga mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
Kepala SDN 198 Mekarjaya menyambut baik kehadiran Lurah Cisaranten Kulon di tengah-tengah para siswa. Pihak sekolah berharap kehadiran sosok pemimpin wilayah dapat menjadi teladan nyata bagi siswa tentang pentingnya pengabdian dan integritas.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Lurah. Pesan-pesan yang disampaikan sangat relevan dengan visi sekolah kami dalam membentuk karakter siswa yang unggul secara akademik dan berakhlak mulia,” ungkap Bapak Kepala sekolah.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara Bapak Lurah, jajaran guru, serta perwakilan siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah kewilayahan dan institusi pendidikan semakin kuat dalam mencetak generasi emas masa depan.




